Archive for category Umum

Makin Tinggi Makin Lebar

Dalam kehidupan yang namanya makin tinggi makin sempit seharusnya, seperti Piramida di Mesir, yang ujungnya runcing.

Akan tetapi perlu di ketahui, bahwasanya ilmu agama itu makin tinggi tingkatannya makin lebar cakupannya, tidak seperti halnya ilmu dunia yang makin sempit cakupannya.

*/ Ilmu Dunia

* Waktu SD ilmu yang dipelajari ada Matematika, IPA, IPS, BahasaIndonesia, Bahasa Inggris, Agama, Bahasa Jawa, PPKN, dll.
* Waktu SMP sama dengan SD
* SMA pelajaran makin dikurangi, karena ada penjurusan, apalagi yang SMK
* Waktu kuliah makin sempit lagi cakupannya, karena hanya prodi tertentu saja

*/ Ilmu Agama

* Ketika usia caberawit [PUAD, TK, SD], belajar huruf hijaiyah, harokat, iqro’
* Memasuki usia pra remaja [SMP] mulai belajar bacaan Al-Qur’an makna dan keterangan, dan beberapa hadits himpunan
* Waktu usia remaja [SMA-lulus/sebelum nikah] mulai belajar beberapa hadits Kutubussittah yang diadakan oleh PAC, PC, DPD
* Bila selalu melanjutkan dengan mondok untuk menghatamkan kutubussittah dan seterusnya

Urusan agama ini akan terus meluas dan meluas mengikuti perkembangan zaman dengan hukum yang tetap yang telah diterapkan oleh Sang Pencipta Yang Maha Esa [Allah SWT] dan yang telah diterangkan pula oleh RosulNya yaitu Muhammad SAW. Hukum dalam agama mencakup tiap aspek ilmu pengetahuan yang ada, agar ilmu itu tidak melewati batasan-batasan, justru agar ilmu itu bermanfaat.

Contoh:

#Dalam ilmu kesehatan

‘Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.

Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak diambil dari kata arab �yudlik� yang artinya adalah �memijat� (yakni memijat bagian dalam mulut). Jadi siwak lebih dari hanya sekedar sikat gigi biasa. Selain itu, batang siwak memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walau dibawah tekanan yang keras, bahkan batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plaque. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.

Perlu diketahui, bahwa sisa-sisa makanan yang ada pada sela-sela gigi, menjadikan lingkungan mulut sangat baik untuk aktivitas pembusukan yang dilakukan oleh berjuta-juta bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang, gusi berdarah dan munculnya kista. Selain itu, bakteri juga menghasilkan enzim perusak yang �memakan� kalsium gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi keropos dan berlubang. Bahkan, pada beberapa keadaan bakteri juga menghasilkan gas sisa aktivitas pembusukan yang menyebabkan bau mulut menjadi tak sedap.

Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :
– Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
– Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
– Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
– Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
– Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Sebuah penelitian terbaru tentang �Periodontal Treatment� (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap �Periodontal Treatment�.

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. Mari kita budayakan hidup sehat dengan bersiwak�!!!’.

Rosulullah SAW bersabda “Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu”

hal tersebut telah disunahkan Rosulullah SAW.

#Adapun contoh lain masih banyak dan belum bisa dimuat

Tinggalkan komentar

Akar dan Ikhlas

” jadilah AKAR yg gigih mncari air, menembus tanah y9 keras demi sebatang pohon,,,

ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pd dunia & mndapatkan pujian,,,

AKAR tetap tdk iri,,

ia tetap bersembunyi dlm tanah,,

itulah makna dari sebuah ketulusan dan k’ikhlasan..

Manusia y9 memiliki perpaduan tekun, tulus, ikhlas, sabar & tegar bak AKAR,

merekalah kesatriaan’y para satria,,
Baca entri selengkapnya »

1 Komentar

Hobikan Bersyukur dan Beristighfar

Setiap satu-satunya hamba SELAMANYA berada di antara keadaan mendapatkan nikmat dari Alloh dan terjerumus dalam dosa.

Nikmat yang mengharuskan seseorang bersyukur pada-Nya dan akibat dosa mengharuskan seseorang beristighfar pada-Nya.

Dua hal ini yang menjadi kewajiban hamba setiap saat karena mereka senantiasa mendapatkan nikmat dan berbagai karunia (yang mengharuskannya untuk bersyukur).

Di samping itu mereka pun selalu butuh pada taubat dan istighfar (karena dosa yang terus dilakukan). Oleh karena itu, Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam selalu beristighfar dalam setiap keadaannya.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhori,

أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إلَى رَبِّكُمْ فَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ

مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah pada Robb kalian. Sungguh aku meminta ampun pada Alloh dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari tujuhpuluh kali.”

Dalam Shohih Muslim, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إنَّهُ ليغان عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Sesungguhnya hatiku tidak pernah lalai dari dzikir kepada Alloh. Sesungguhnya aku beristighfar seratus kali dalam sehari.”

‘Abdulloh bin ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma pernah berkata,

كُنَّا نَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ يَقُولُ رَبِّ

اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إنَّك أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Kami pernah menghitung bacaan dzikir Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam satu majelis. Beliau ucapkan, “Robbighfirlii wa tub ‘alayya innaka anta tawwaabul ghofuur”(Wahai Robbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan ampunan)”, sebanyak 100 kali.” HR. Ibnu Majah no. 3814 dan Ahmad 2/21. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih

Tinggalkan komentar

Pesan Nabi Pada Abu Dzar

Suatu ketika Rosululloh SAW berpesan kepada salah seorang sahabtnya yang bernama Abu Dzar. Beliau berkata “Pegang teguhlah ketaqwaan, karena kataqwaan adalah pokok atau induk semua perkara”. Kemudian beliau melanjutkan pesan-pesannya kepada Abu Dzar dalam rangka mengisi ketaqwaan sebagai berikut :

1. Perbanyaklah membaca Al Qur’an, dengan demikian engkau akan disebut-sebut dikalangan para malaikat di langit dan akan menjadi cahaya bagi kehidupanmu di bumi

Baca entri selengkapnya »

2 Komentar

Menjaga Niat Karena Allah

Ada 5 Hal yang SEHARUSNYA muncul dalam diri seseorang jika ketika dia ibadah niatnya pas & benar-benar mukhlish karena Allah. Yaitu :

1. Tidak Menggerutu

Orang yang ibadah dengan niat karena Allah, SEHARUSNYA TIDAK MENGGERUTU dalam mengerjakan ibadahnya itu jika ia benar-benar menata hatinya niat krn Allah & mengerti serta faham manfaat besar dari ibadah yg ia kerjakan itu.

Contoh:

Kita punya kewajiban menuntut ilmu (ngaji) 3 kali seminggu, masa’ begitu aja menggerutu “Uh.. ini ngaji-ngaji aja!” Nah, berarti jika ada yg menggerutu seperti itu, perlu mengepaskan & menata kembali niat karena Allah dalam hatinya. Apakah ada yg dirugikan dari kewajiban ngaji? Tidak kan?

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Dzikir Sebelum Tidur

Ada 13 dzikir yang sangat bermanfaat sekali diamalkan sebelum tidur. Moga tidur kita menjadi lebih berkah dan tidur tersebut bernilai ibadah serta aman dari gangguan setan dengan izin Alloh. Semoga bermanfaat.

……. [1] ……..

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Tentang Dadjal

Dari Anas, ia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوب…ٌ كَافِرٌ

“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Robb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhori no. 7131)

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma, ia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau be…rsabda,
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Keutamaan Kalimat Tahlil ‘lailaha illahllah’

Kalimat ‘Laa Ilaha Illalloh’ merupakan harga surga

Suatu saat Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ’Asyhadu alla ilaha illalloh’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi,

« خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ »

”Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)

Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Kefadholan dan Tips Bangun Malam

Innahuu kaana dholuuman jahuulan – (QS al-Ahzaab: 72).

Kadang sifat bodoh mengalir begitu saja tanpa terasa.
Kadang kedholiman – aniaya diri – terjadi tanpa disengaja.
Tahu – tahu sudah jauh dari arus kebenaran.
Dan ketika sadar, mau balik, memekik dengan mengepalkan tangan sambil berteriak; Apa salah saya?

Memang begitulah kehidupan bergeming,
sehingga tercipta kata pepatah: gajah di pelupuk mata tak tampak,
tapi kuman di seberang lautan tampak.

Ketika kepergok dan diingatkan tidak terima,
malah balik menghardik, alih – alih membela diri.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Hujan

Ada beberapa hal keimanan yang mesti diyakini seorang muslim berkaitan dengan hujan, yaitu:

Pertama:

Tidak ada yang mampu menurunkan hujan melainkan Alloh Ta’ala.

Alloh Ta’ala berfirman,


مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ

الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Alloh anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Cobaan

Cobaan, nah kalau yang satu ini biasanya orang akan melihatnya dengan sebelah mata, ia akan menganggap bahwa yang namanya cobaan itu segala sesuatu yang serba nggak mengenakkan. Pernyataan tersebut bisa benar bisa juga tidak benar. Benar, bila hanya terfokus pada ungkapan yang satu ini. Firman Alloh Ta’alaa yang artinya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqoroh, No. Surat: 2, Ayat: 155).

Tidak benar, bila melihat bahwa sebuah kesuksesan pun merupakan cobaan. Misal, mempunyai keberanian, kekenyangan, banyak harta (bahasa Sunda: Bru di juru, bro di panto, ngalayah di tengah imah), berbadan sehat, berbagai macam buah tersedia.

Maka, untuk mengahapi semua cobaan itu saya sebagai sama sama member grup “IST” ini baru bisa membantu lewat do’a, “Ya Alloh, Ya Jabbar, Dzat Yang Maha Memaksa, paksalah hati saudara-saudara iman saya sebagai admin dan member grup ini untuk menjadi orang yang bisa sabar dalam menghadapi berbagai macam cobaan yang Engkau berikan kepada Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Pemaaf Vs Laknat

“Pema’af”

Terkadang kita dengan mudah mengatakan kepada orang lain, “Sudah, ma’afkan saja dia!” Tapi tidak untuk diri kita sendiri.

Padahal hanya dengan mema’afkan kesalahan orang lain dan merendah diri, maka kita sudah mendapatkan kemuliaan dan derajat yang tinggi.

“Dari Abi Huroiroh, sesungguhnya Rosulallohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Shodaqoh itu tidak mengurangi harta. Dan Alloh tidak akan menambah pada seorang laki-laki sebab pema’afnya melainkan akan menambah pada kemuliaannya (artinya: orang pema’af itu semakin mulia). Dan seseorang tidak merendah diri karena Alloh kecuali Alloh akan mengangkatnya (artinya: orang yang mau merendah diri karena Alloh, maka Alloh akan mengangkat derajatnya)”. (HR. Tirmidzi).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Bisikan atau Bata

Sekedar renungan untuk bahan muhasabah/introspeksi diri saudara q…

Seorang eksekutif muda yang sukses mengendarai Mobil Jaguar barunya dengan cepat, melewati jalan-jalan di lingkungannya.

Ia melihat anak-anak berlarian kencang, muncul dan hilang di antara mobil-mobil yang diparkir, ia mengurangi laju mobilnya.

Selagi mobilnya lewat, tidak ada anak-anak yang muncul, tapi sebaliknya, batu bata melayang menghantam pintu mobilnya. Ia segera menginjak rem hingga mobilnya berputar, lalu memacu mobilnya ke tempat datangnya batu.

Ia melesat keluar dari mobilnya mencengkram anak kecil yang berdiri di sana lalu memojokkannya ke mobil yang sedang di parkir sambil berteriak, Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Cewek Modis and Cowok Genit

Bagi remaja n jg yg ‘ngaku remaja’,

bagi mereka yg punya sodara / anak remaja,

jg bagi qt smua.

afwan gih bahasanya sengaja d setting ala remaja hehehe….

wuiiiiiiiih…begitu halus n lembutnya perangkap syaithan dlm ‘merayu’ manusia tuk mengikuti ‘iklan-iklan’ mereka.

QS. Al A’raf 16 -17 :

(16) Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

(17) kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Yang Dulu Harom Kini Telah Halal

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.

Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang harom karena Alloh, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Harom itu dalam keadaan halal”

Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis, dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

The Secret Of The Devil

Assalamu’alikum wr.wb

Diriwayatkan bahwa Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis

supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik

…yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat

Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun menjumpai Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang

Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah kepadamu untuk menghadap Rasullullah

saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah

hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Pahala Menahan Amarah

“Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskan pelampiasannya, maka kelak pada hari kiamat, Alloh akan memanggilnya didepan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya.” (HR. Abu Dawud -At-Tirmidzi)

Tingkat keteguhan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidup memang berbeda-beda. Ada yang mampu menghadapi persoalan yang sedemikian sulit dengan perasaan tenang. Namun, ada pula orang yang menghadapi persoalan kecil saja ditanggapinya dengan begitu berat. Semuanya bergantung pada kekuatan ma’nawiyah (keimananan) seseorang.

Pada dasarnya, tabiat manusia yang beragam: keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya saat berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki keteguhan iman akan menyelurusi lorong-lorong hati orang lain dengan respon pemaaf, tenang,dan lapang dada.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Makna Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk Paling Bengkok

Hadits shohih yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim di masing masing kitab Shohih mereka, dari Nabi sholallohu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwa nabi sholallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhori Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzolimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi sholallohu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.” Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Don’t Wait Always

Jangan menunggu

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum,
tapi tersenyumlah, maka kalian akan bahagia.

Jangan menunggu kaya baru bersedekah,
tapi bersedekahlah, maka kalian akan semakin kaya.

Jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah,
tapi menikahlah, maka kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu.

kunci pernikahan yang sempurna tidak mengharapkan kesempurnaan

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak,
tapi bergeraklah, maka kalian akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru mau peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kalian akan dipedulikan.

Jangan menunggu orang memahami kita baru kita memahami orang,
tapi pahamilah orang, maka orang itu paham dengan kita.

Jangan menunggu adanya proyek baru bekerJa,
tapi berkerjalah, maka proyek akan mengiringi kerjaanmu.

Jangan menunggu dicintai baru mencintai,
tapi belajarlah mencintai, maka kalian akan dicintai.

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Alloh tidak sekadar uang yang datang.

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kalian akan menJadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu nikmat sukses baru bersyukur,
tapi bersyukurlah, maka nikmat sukses kita akan bertambah.

Jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah, insya Alloh kita pasti bisa.

Jangan menunggu banyak ilmu baru manyampaikan,
tapi sampaikanlah walau satu ayat yang ada padamu.

Para Pecundang selalu menunggu Bukti
dan Para Pemenang Selalu MenJadi Bukti

Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata.

WAIT LESS DO MORE!!!

Insya Alloh……. Semangka……… :D

“Sesungguhnya Alloh, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok*. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Luqman [31]: 34).

*Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

“Jika kamu berada di waktu sore jangan menunda-nunda amal hingga pagi hari. Kalau kamu berada di waktu pagi jangan menunda-nunda amal hingga waktu sore. Manfaatkan kesehatanmu sebelum tiba sakitmu. Dan gunakan masa hidupmu sebelum tiba matimu.” (HR. Bukhori).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Resep Syukur

Orang yang selalu bersyukur tak akan dibuat pusing oleh kompleksnya warna-warni kenikmatan dunia di sekitar. Selalu menerima jatah pemberian Allah SAW. Sebab dia yakin bahwa, tiap manusia memiliki jatah rizki masing-masing yang dibagi secara adil oleh Allah SWT.

Sebagaimana dalam al-Quran, ”Dan tidak ada makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin oleh Allah rizkinya.” (QS. Hud: 8).

Sebaliknya, manusia yang tak pernah puas dengan materi yang diperoleh adalah manusia yang rentran terhadap stres, hatinya redup bahkan mati – walaupun hartanya melimpah. Hati yang mati dan gundah cenderung tidak mudah menerima kenyataan, sehingga apa yang didapat tidak pernah memuaskan. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Mengapa Wahai Bidadari Dunia

Adakah alasan syar’i bagi mereka untuk memampang foto-foto mereka di dunia maya?

Tidakkah mereka sadar bahwa foto-foto mereka dikoleksi tangan-tangan jahil?

Banggakah mereka menanggung dosa mata-mata yang memandang?

Tidakkah mereka sadar bahwa syaitan bangga dan terbahak-bahak dengan apa yang mereka lakukan?

Maukah mereka mencium harum wewangian surga? Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Bukan Milik Wanita

Wanita yg lemah lembut & lemah gemulai . . . ?

Sudah selayaknya demikian.

Yg aneh . . . .

Kini ada sebagian wanita yg mulai bosan

Dengan kelemahlembutannya.

Statusnya pingin dirubah menjadi gagah gemulai.

Wuiiiiih . . . . siapa mereka?
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Rukun Kompak

Rukun kompak adalah kondisi yang mutlak harus diwujudkan, sebagai refleksi (cerminan) budi pekerti orang iman, dan sebagai syarat untuk bisa masuk surga selamat dari neraka. Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam :

Kamu sekalian tidak bisa masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidaklah beriman sehingga kamu saling mencintai (rukun). HR Abu Dawud

Secara dalil, orang iman itu adalah bersaudara lahir batin, rukun, kompak, dunia akhirat. Bahkan sejak awal penciptaannya saat berada di alam arwah, mereka ini saling mengenal dan berkelompok dengan sesama jenisnya, sehingga sampai pada kehidupan duniapun mereka saling mempunyai naluri ruhaniyah untuk hidup atau berkelompok dan bergaul secara rukun dengan sesame orang iman. Sebagaimana Firman Alloh dalam Al Qur’an : Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Tetaplah Tersenyum

Bila hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma jadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Alloh mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Alloh adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

“Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya…” (QS Al mu’min:60).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Kurang Apa?????

Indera atau indria merupakan alat penghubung/kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran rohani diri dengan material lingkungan. Dalam ajaran Hindu indria ada sebelas macam dan disebut sebagai eka dasa indriya.

Lima macam indera berfungsi sebagai alat sensor dalam bahasa Sansekertanya disebut panca budi indriya dan dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai panca indera yaitu: alat pembantu untuk melihat (mata), alat pembantu untuk mengecap (lidah), alat pembantu untuk membau (hidung), alat pembantu untuk mendengar (telinga), dan alat pembantu untuk merasakan (kulit/indera peraba).
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Matematika Alloh itu Beda dengan Matematika Manusia

Dari Al-Fudhail bin ‘Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku:

“Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya.

Ia lalu bertanya, ‘Ada apa?’ Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka dengan hati ikhlas karna Alloh, ia berikan uang satu dirham kepada kedua-nya, dan ia pun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. -….Read More>

Tinggalkan komentar

Ada 7 siapakah :

1. Siapakh yg tdk prnh kenyang? jawbnya pemakan riba.
2. siapakh yg tdk prnh puas? jawbnya pengikut nafsu.
3. siapakh yg tdk prnh berani? jawbnya pengumpul harta yg pelit.
4. siapakh yg tdk prnh senang? jawbnya pengidap sifat dengki.
5. siapakh yg tdk prnh gmbira? jawbnya pendendam dan yg iri hati.
6. siapakh yg tdk prnh susah? jawbnya penyabar yg puas dgn yg ada.
7. siapakh yg tdk prnah putus asa? jawbnya yg beriman dan tetap beramal.

1. siapa yang selalu bahagia ? jawabnya orang selalu bersyukur
2. siapa yang selalu puas ? Orang yang Ikhlash
3. Siapa yang selalu berani ? Para Mujahid agama baik masa ini maupun masa lalu
4. Siapa yang selalu senang ? Orang yang ahli taubat
5. Siapa orang yang selalu susah ? orang yang salah tak berani taubat
6. Siapa orang yang selalu gembira? Orang yang Zuhud
7. Siapa orang yang selalu berputus asa ? Orang yang gak iman dan gak mau beramal

Inspirasi:
Eko J
Dika P.P

Tinggalkan komentar

Hak dan Kewajiban Kedua Orang Tua Terhadap Anak

Hak dan kewajiban kedua orang tua terhadap anak-anaknya, yaitu:

- Memberi nama anak-anaknya dengan nama-nama yang baik, yang Islami.

Disunnahkan memberi nama anaknya yang baru dilahirkan dengan nama yang baik sehingga sesuai dengan harapan kita kelak anak tersebut menjadi anak yang baik sesuai dengan namanya, karena di dalam nama terkandung do’a dan harapan kita. Nama yang paling disukai Alloh Ta’alaa adalah Abdulloh, Abdur Rohman, dll. Diperbolehkan juga memakai nama-nama malaikat atau para nabi dan juga nama-nama yang baik lainnya. Namun, dimakruhkan memberi nama dengan nama “Yasar” (artinya mudah), karena dikhawatirkan apabila ada yang menyatakan apakah dia demikian? Jawabnya “Tidak”. Dasarnya, berturut-turut akan dijelaskan dalam hadits-hadits berikut ini:
1. Yang artinya: “Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “sesungguhnya kamu sekalian dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian dan nama-nama bapak kamu sekalian, maka bagusilah nama-nama kamu sekalian”. (HR. Abu Daud).

2. Yang artinya: Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Kamu sekalian memberilah nama dengan nama-nama para nabi. Adapun nama-nama yang paling disenangi Alloh, yaitu Abdulloh dan Abdur Rohman. Sedangkan nama-nama yang sedang, yaitu Harits dan Hammam. Adapun nama-nama yang paling jelek, yaitu Harbun (artinya perang) dan Murroh (artinya pahit)”. (HR. Abu Daud).

3. Yang artinya: Dari abi Musa Rodhiyallohu ‘Anhu, berkata: “Aku mempunyai anak yang baru dilahirkan, lalu aku datang kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dengan membawanya, lantas Nabi memberinya nama “Ibrohim” terus Nabi menyuapinya dengan kurma dan mendo’akannya dengan do’a barokah dan menyerahkannya lagi kepadaku. Adapun Ibrohim adalah anak Abi Musa yang paling besar/sulung”. (HR. Baihaqi).

4. Yang artinya: “Hak anak atas orang tuanya adalah membagusi namanya dan membagusi budi pekertinya”. (HR. Baihaqi).

- Menyusuhi, memberi makan, pakaian dan merawat kesehatan anak-anaknya dengan memberinya makanan dan minuman yang baik dan halal.

- Mencintai dan menyayangi anak-anaknya sebagai amanat Alloh yang akan dimintai pertanggunagan jawabnya.

- Memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya, seperti memanggil anak dengan panggilan yang baik, menyuruh engan bahasa yang baikdan enak didengar. Tidak membentak anak-anaknya dan tidak melaknatinya. Berbuat adil, baik yang bersifat materi maupun perhatian dan kasih sayang kepada semua anak-anaknya.

Oleh: Subandi Baiturrahman

Tinggalkan komentar

Sulit dan Sukses

‎1. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengantenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejekiyang lainnya.

2. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

3. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, makabertambah kesuksesanmu.

4. Jgn menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bs

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapipahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, makainspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi berkerjalah, maka proyekakan menunggumu. -….Read More>

Tinggalkan komentar

Peduli Masa Depan Anak?, Jangan Kasih Dia Televisi

Kayaknya anak skrg susah tanpa tv.yg terpenting sbg org tua hrs menjadi wasit yg benar2 bisa mengawasi dan bisa memberi pengarahan kpd anak2nya.kapan hrs melihat tv,kapan saatnya tv hrs dimatikan.

Yang penting orang tua HARUS bisa mengendalikan atau menjadi contoh yang baik bagi anak.

Ada pepatah dari seorang Psikolog anak: Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya. Dulu Jaman Belanda didikannya keras main pukul, kalo sekarang main pukul bisa minggat tuch anak. TV seperti pisau bermata dua, bisa menyesatkan dan bisa berguna maka ketika seoarang anak nonton TV dampingi anak itu, jika ada adegan kekerasan kasih tahu bahwa hal itu bukan hal baik. Yang kedua ada kontrol dari orang tua bahwa yang mengendalikan anak dari orang tua sendiri. -….Read More>

Tinggalkan komentar

Kebahagiaan

Sering terlintas di benak saya tentang kebahagiaan, sebenarnya apa itu kebahagiaan, sampai saya menulis artikel ini. Banyak kubaca artikel/catatan teman yang sebenarnya mau saya copy-paste di blog ini, namun dengan seperti itu saya menjadi menemukan jawaban yang selama ini pertanyaan itu muncul di pikiran saya [walau tak pernah saya ungkapkan.

Ada pengalaman seminar tentang kebahagiaan yang saya ikuti dulu sewaktu SMA yaitu seminar ESQ.Saat itu ada yang seorang siswa yang ditanya ‘mengapa kamu sekolah?’ tanya pengisi seminar “biar pinter” jawab siswa, ‘kalau pintar biar apa?’ “biar bisa melanjutkan kuliah” ‘kalau sudah kuliah?’ “biar bisa kerja” ‘kerja untuk apa?’ “mencari uang” ‘kalau sudah dapat uang?’ “?????????????????????…..ehmmmmmm [dengan rasa malu]” ‘kemudian berkeluarga, dan mendapat kebahagiaan. Benarkan??”, siswa pun mengangguk. Seminar itu membahas tentang kecerdasan dan kesuksesan yang sebenarnya berasal, bila diurutkan dari yang paling utama kesukssesan itu berawal yaitu SQ [spiritual quotient/ kecerdasan agama atau spiritual], EQ [emotion quotient/kecerdasan emosional atau mengendalikan emosi], IQ [ intelectual quotient/ kecerdasan berfikir]. Dari ketiga itu semua harus berjalan secara berimbang, akan tetapi kesuksesan didominasi dari SQ, karena SQ adalah fondasi dari tiga kemampuan itu, bila SQ terbentuk dengan baik, maka EQ akan terbentuk dengan baik dan IQ bisa dipergunakan dengan semestinya. BAnyak orang yang memiliki IQ tinggi namun gagal, karena EQ dan SQnya kurang. SQ adalah hal yang paling mendasar yang menjadi fondasi tempat berpijak kemampuan yang lain. -….Read More>

3 Komentar

Singkong

Klasifikasi Ilmiah dari Singkong :

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Upafamili : Crotonoideae
Bangsa : Manihoteae
Genus : Manihot
Spesies : M. Esculenta
-….Read More>

Tinggalkan komentar

Romantisnya Rasulullah

Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga.

Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah ‘heboh’, tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan tentunya.

Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu. -….Read More>

Tinggalkan komentar

Amalan dan Ampunan

Langit bumi jadi saksi setiap detik yang berlalu..
Hitam putih,gelap terang di alam dunia.
Semua wajah kan diuji dengan sesuatu yang dicintai,harta benda dan sgalanya semua kan binasa..

Tinggalah nama mu,tinggalkan cintamu,tinggalkan segala yang dipunya diatas dunia..
Hanyalah dirimu,hanyalah amalmu,hanyalah sepimu menemani kesunyian dialam kubur mu..

Tiada bisa manusia mengulur sang waktu,bila tiba masa datang maut menjemputku.
Semua yang dimata,semua yang dicinta,semua yang dibangga akan hilang akan sirna.. -….Read More>

Tinggalkan komentar

23 Cara Berbakti pada Orang Tua

oleh Alima Renata pada 06 September 2010 jam 3:10

Banyak hadist dan qur’an yang menuntun kita untuk berbuat baik pada orang tua kita, berikut ini aku sertakan 23 cara verbakti pada orang tua :

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.

2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.

3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.

-….Read More>

Tinggalkan komentar

Budi Orang Iman

1. Quwwatan fi diin
Orang yg beriman itu harus kuat memegang teguh pendiriannya, kuat memegang teguh keyakinannya, tidak mudah terpengaruh keadaan dan tidak lemah karna cobaan.

2. Wa hazman fii Liin
Orang yang beriman itu harus mampu membuat penilaian yang benar, tegas dalam mengambil sikap tetapi berlapang dada, mudah menerima nasehat/pitutur dan pengarahan-pengarahan, tidak membela diri karena kuatir jatuh harga dirinya, sa’dermo, hatinya gampangan untuk diajak maju, berprestasi yang lebih baik dan menuju kearah kesempurnaan.

3. Wa imanan fi yaqin
Orang yang beriman itu imannya kuat, mantap, yaqin terhadap kebenaran yang diperjuangkan, tidak ragu-ragu dalam menunjukkan kebenaran, rela berkorban demi kesuksesan cita-cita kebenaran Qur’an Hadist. -….Read More>

Tinggalkan komentar

“ Sering Terlihat dan Terdengar “

Ketika saya sedang kehausan yang terlintas dalam pikiran saya adalah teh botol Sosro atau teh kotak Sosro. Ketika datang saatnya makan siang yang terlintas dalam pikiran saya adalah nasi bungkus padang yang dijual dekat dengan kantor saya. Kenapa demikian apakah saya tidak suka dengan minuman atau makanan yang lain, ooh tidak. Secara pribadi saya suka hampir semua jenis minuman; air teh, air putih, minuman segar, air mineral. Demikian juga dengan makanan berat seperti nasi dan lauknya; apakah itu masakan sunda, jawa atau betawi. Lalu apa yang mendorong pikiran saya sehingga hal yang terlintas secara ototmatis adalah kalau minuman teh sosro, kalau makan berat nasi padang. Jawabannya adalah karena dua hal itu yang sering terlihat, terdengar sehingga ototmatis yang sering dikonsumsi dan dirasakan.
Pesan pendek yang disajikan secara sering dan emosional, itu yang tertanam dalam ingatan dan bahkan bawah sadar pikiran manusia. Untuk itu kebanyakan ahli motivasi dan orang sukses melakukan afirmasi (berbicara pada diri sendiri secara berulang-ulang) diyakini kecerdasan bawah sadar jika sudah tersentuh ia akan bekerja dengan meknisme yang khusus, rumit dan jenial, mendorong ide dan tindakan secara ototmatis yang mungkin kita merasa tenaga ini datang -….Read More>

Tinggalkan komentar

Something

Suasana malam yg m’cekam.. Hembusan angin seolah tak b’sahabat,.. menusuk dalam, di setiap sela tulang rusuk ini.. merangsang seluruh ketegangan tubuhq.. Pendengaran mulai samar seakan terhambat tajamnya serangan suasana.. Aliran suara tak dapat lg drasa, beku dalam hembusan nafas yg perlahan ter-engah.. Mulai terdengar bisikan suara yg tak di inginkan.. Begitu menggelenyarkan arus alam bawah sadarq, b’sambut jantung yg b’degup kencang tak menentu.. Terpelalak kedua bola mata ini.. Q beranikan diri tuk tetap menatapnya.. Pekat jaringan otakku.. Tak sanggup b’fikir.. Tak lagi mampu b’gerak.. Tidakkkkk!!!hellppp!! :’|

dy melihatq… sesosok perempuan paru baya dsampingq.. hanya menatapq lusuh.. aq terdiam.. aq tecekat.. dalam hati q lantunkan asma ALLAH.. tubuh seakan terkoyak.. berat beban yg ku rasakan tak mampu memberontak oleh kuat tekanannya.. tak mampu menandinginya… apa yg harus aq lakukan?? dy menghilang.. lama q rasakan dy tlah lenyap.. lalu… kembali dy ada..jelas dhadapq! berbeda bentuk dari awal penampakannya.. q pejamkan mata ini.. tidak! semakin nyata kehadirannya.. q buka kembali.. dy tetap bertahan.. selalu q lantunkan ASMANYA.. apa ini?? akibat insomnia yg q alami akhir” ini.. benarkah itu?? aq harus bagaimana.. apa yg q alami… mengapa begitu rumit.. namun seketika dy kembali hilang.. benakq mulai ringan, hatiq terasa nyaman.. mungkin dy telah pergi.. keadaan berangsur membaik.. q coba pejamkan kedua mata dan q tutup hati ini, berusaha melarutkan keteganganq, mengejar impian indah yg selalu dinanti.. namun sulit.. sulit sekali.. huummm.. setidaknya dy telah menghilang.. semoga :) -….Read More>

Tinggalkan komentar

Keutamaan Hari Jum’at

Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah y, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

Wahai kaum muslimin ….Allah l telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.
Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

“Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim) -….Read More>

Tinggalkan komentar

Takutlah Kepada Allah Subhanahu wata’ala

Dan siapa yang menyaksikan, siapa yang memperhatikan tadabbur terhadap Al Quranul Karim dan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan memperhatikan bagaimana Shirah perjalanan hidup para ulama As Salaf, Ahlul Ilmi wal Iman dari kalangan para shahabat Radhiallahu’anhum dan orang-oang yang mengikuti mereka dengan baik, ia akan mendapatkan bagaimana rasa takut mereka kepada Neraka adalah suatu perkara yang sangt menakjubkan. Rasa takut inilah yang membawa mereka dalam keadaan yang mulia. Dan ini menunjukkan mereka di kedudukan yang tertinggi dalam keadan taat kepada Allah Subhanahu wata’ala dam menjauhi segala sesatu yang makruh apalagi yang diharamkan.
Seluruh hal tersebut sebagai rasa takut kepada Allah Subhanahu wata’ala takut dari ancaman api Neraka-Nya dan apa-apa yang Allah Subhanahu wata’ala telah siapkan bagi orang-orang yang bemaksiat kepada-Nya. Karena itulah orang yang takut seperti ini telah dijamin untuk mereka Surga. Di dalam firman-Nya Allah Subhanahu wata’ala mengatakan,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (Ar Rahman: 46) -….Read More>

2 Komentar

Kata JANGAN

Kalau bahasa tegal jangan itu artinya”sayur” nah yang ini bukan jangan atau sayur,tapi lima jangan.

Apa hal2 yang tidak boleh kita lakukan dalam menghadapi tantangan, kesulitan, problema hidup ini? Berikut adalah tipsnya:

1. Jangan panik
Seperti layaknya situasi darurat (emergency), rule number 1 adalah do not panic!. Demikian pula menghadapi tantangan, hindari suasana panik. Coba tenangkan diri dan ‘dingin’ menghadapinya.

2. Jangan emosi
Mungkin kita tidak panik, namun jangan sampai kita terbawa emosi. Istilahnya “hati boleh panas, tapi kepala kudu’ dingin ….” hehehe …
-….Read More>

Tinggalkan komentar

Berbeda Bukan Berarti Tak Sama

Kawan, Kita ini seperti berkubu-kubu
Tak pernah bisa untuk bersatu
Bukankah tujuan kita satu?

Kawan, kita boleh berbeda warna
Arah jalan kita pun boleh tak sama {keduniaan}
Namun, bukankah tujuan kita sama?

Kawan, mengapa kita harus saling benci
Bila cinta masih bersemayam dalam hati
Bukankah, Kita hanya perlu saling memahami? -….Read More>

Tinggalkan komentar

Kuncinya ada Pada Kita

Dalam kesibukan kita sebagai manusia mencari kesempurnaan dunia, ada di antara kita yang terlupa akan kesempurnaan rohaniah untuk di bawa pulang nanti bertemu yang Maha Esa. Sering dijadikan alasan “Masa” menjadi penghalang untuk berbuat amal kebaikan apalagi ibadah. Kalau difikirkan dari aspek perkerjaan….yang lain pun ada tanggungjawab masing-masing. Tetapi mengapa ada pihak yang mampu menyempurnakannya?. Di sini bukanlah saya cuba mengatakan diri saya ini begitu sempurna… hanya..
sedikit pengatahuan yang diizinkan oleh Allah swt kepada saya untuk dikongsi bersama.

Hidup kita yang sangat singkat ini, penuh dengan banyak perkara dan tanggungjawab untuk dilaksanakan.
Tatkala kita sibuk mengerjakan yang lain,kita sering terlupa mengerjakan yang wajib. Sudah menjadi lumrah kita sebagai manuasia perlu mencari keperluan dalam hidup. Tetapi apalah salahnya kalau kita praktikkan sedikit masa untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang kita pada Allah yang Maha Mengasihi lagi Maha Pemberi. -….Read More>

Tinggalkan komentar

Jangan Ragu Beramal Shalih

Bagian iman yang ada dalam agama Islam adalah adanya hari akhir. Bagian dari kehidupan yang ada di hari akhir nanti adalah adanya surga dan neraka. Ditentukanya seorang hamba ke dalam surga dan neraka adalah disebabkan oleh amalan dan perbuatannya. Namun bagian terbesar penyebabnya adalah adanya rahmat Allah subhanahu wata’ala.

Beramal, salah satu bagian dari yang dilakukan seorang hamba untuk mendapatkan tempatnya di hari akhir nanti. Apakah balasannya kelak adalah surga atau neraka. Baik dan buruknya serta banyak dan sedikitnya, ia tidak akan terdzalimi sedikitpun oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana Allah subhanahu wata’al berfirman:

-….Read More>

Tinggalkan komentar

Jagalah Diri

PENJAGAAN MANUSIA DARI PENGARUH JIN DAN SYETAN

Iblis dan anak-anaknya yaitu : Zalnabur, Tzabar, A’war, Maswath, Dasim dan tugas mereka dalam menyesatkan manusia, kemudian diterangkan pula macam-macam jin yang sebagian iman dan sebagian pengikut iblis dan anak turunnya, begitu pula tempat tinggal mereka ada yang di darat, di laut, di udara, di hutan-hutan, di jurang-jurang, di gunung-gunung, di lembah-lembah, di kota, di desa, di luar rumah, di dalam rumah, bahkan kemana kita pergi selalu ada yang mengikuti kita.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa sebenarnya kita telah dikepung oleh mereka dari segala arah agar kita terpengaruh, akhirnya jadi orang sesat.
Untuk membentengi diri kita dari usaha iblis tersebut, perlu kiranya dalam kesempatan ini diterangkan lebih lanjut, tentang tekad iblis dan usaha-usahanya, sasaran mana yang dituju dan apa target yang hendak dicapai dan tahapan-tahapannya, kemudian bagaimana kita menangkal semua tipu dayanya dan lain-lain.

Iblis bertekad memenuhi sumpahnya dan benar apa yang menjadi sangkaannya. Iblis telah mengerahkan segala potensi yang ada melalui anak cucunya, melalui jin-jin kafir yang menjadi pengikutnya, manusia-manusia yang menjadi tentaranya ditunjang dengan perkembangan sarana dan prasarana serta semua perlengkapan yang memungkinkannya, denga tekad memenuhi sumpahnya di hadapan Allah Azza wa Jalla dengan keyakinan usahanya pasti berhasil memperdayakan manusia, maka pasti banyak yang masuk perangkapnya menjadi orang-orang fasiq, dholim, munafik dan kafir.

Allah berfirman : dalam surat saba’ ayat 20
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقاً مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya ” Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang- orang yang beriman.

…..وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ سورة الأعراف 17
Artinya : ……”Dan tidak kamu dapati kebanyakan mereka menjadi orang-orang yang bersyukur.”
قَالَ أَنظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ * قَالَ إِنَّكَ مِنَ المُنظَرِينَ * قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ * ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Artinya : ” Berkata Iblis : Wahai Tuhan, berilah tempo (untuk menyesatkan manusia) sampai dengan hari qiyamat. Allah berfirman : engkau Iblis, termasuk orang yang diberi tempo, Iblis berkata : “sebab engkau telah menyesatkan aku, maka niscaya aku akan duduk untuk mereka di jalanmu yang lurus, kemudian sungguh aku akan datang kepada mereka dari hadapan mereka, dari kanan mereka, dari kiri mereka dan tidak kamu dapati kebanyakan dari mereka orang-orang yang bersyukur.”

وَلأُضِلَّنَّهُمْ وَلأُمَنِّيَنَّهُمْ ….الأية سورة النسا 119
Artinya : “Dan sesungguhnya aku akan menyesatkan mereka dan memberi angan-angan kepada mereka”

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ * سورة الحجر 39-40
Artinya : “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hambaMu dari mereka yang murni.”
Iblis mempunyai kesempatan menyesatkan manusia sangat lama, yaitu sampai datangnya hari qiyamat, berarti dihitung dari zaman Nabi Adam sampai sekarang, dia sudah mempunyai berjuta-juta pengalaman dalam hal menyesatkan manusia, dia sangat professional legih-lebih kalau kita memahami ayat-ayat diatas, maka mengetahui bahwa cara Iblis menjerumuskan Manusia ke lemba kesesatan itu dengan cara antara lain :

1. Semua jalan Allah diduduki Iblis
2. Iblis datang dari segala arah, dari muka, dari belakang, dari kiri kanan.
3. Iblis menghiasi amalan-amalan yang jelek supaya kelihatan baik, amalan-amalan yang jahat kelihatan biasa saja, amalan yang keji kelihatan memuaskan, menyenangkan, lezat, nikmat, sehingga banyak orang yang terpikat.
4. Iblis memberi angan-angan yang muluk-muluk atau harapan-harapan yang menyenangkan padahal kosong belaka.
5. Iblis menyesatkan melalui tempat-tempat vital dengan taktik strategi yang berdasarkan banyak pengalaman.

KEDUDUKAN HATI BAGI ANGGOTA BADAN DAN MASUKNYA IBLIS KE DALAMNYA

Hati secara fisik adalah organ tubuh yang bentuknya seperti buah nanas, organ tubuh yang paling penting untuk menggerakkan darah mengalir keseluruh tubuh.
الْقَلْبُ عَضْوٌ صَنَوْبِرِيُّ الشَّكْلِ مُوْدَعٌ فِـى الْجَانِبِ اْلأَيْسَرِ مِنَ الصَّدْرِ وَهُوَ أَهَمُّ أَعْضَاءِ الْحَرَكَةِ الدَّمَوِيَّةِ قاموس منجد
“Hati ialah organ tubuh yang berbentuk bulat nanas yang bertempat di dada sebelah kiri, ia merupakan anggota badan terpenting yang menggerakkan darah.”
الْقَلْبُ مِنَ الْفُؤَادِ مَعْرُوْفٌ وَيُطْلَقُ عَلَى الْعَقْلِ وَجَمْعُهُ فُلُوْبٌ * فاموس المصباح المنير
“Qalbu dalam pengertian hati itu telah dikenal dan berlaku juga untuk akal dan jama’nya quhubun”
Ahli syair menyatakan:

هَلِ الْقَلْبُ إِلاَّ بِضْعَةٌ تَتَقَلَّبُ * لَهُ خَاطِرٌ يَرْضَ امِرَارًا وَيَغْضَبُ قاموس المصباح المنير
“Hati tiada lain hanya segumpal daging yang berbolak balik, dia telah mempunyai rasa senang dan amarah.”
Adapun secara rohani, hati bagi anggota badan ibarat raja yang mengatur bala tentara, semua bersumber pada perintahnya, ia mendayagunakan anggota badan menurut yang dikehendakinya, semua tunduk dibawah kekuasaannya. Dari padanya diperoleh kabaikan, keteguhan dan lain-lain yang baik. Tetapi dari padanya pula diperoleh kejahatan-kejahatan, penyimpangan-penyimpangan dan semua yang jelek-jelek yang membawa kerusakan.

Bersabda Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam :
Artinya : “ketahuilah sesungguhnya didalam tubuh itu ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh tubuh, jika rusak maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah dia itu adalah hati”

Karena hati menjadi ukuran baik tubuhnya seseorang, maka sasaran iblis dalam menyesatkan manusia adalah menyerang hatinya lebih dahulu dengan bermacam-macam fitnah.

“Hudzaifah berkata: Aku mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : diperlihatkan fitnah-fitnah kedalam hati seperti (menganyam) tikar, sehelai-sehelai, maka hati mana yang dicampuri fitnah, dititik didalamnya satu titik yang hitam dan hati mana yang mengingkari fitnah. Maka dititik didalamnya satu titik putih, sehingga fitnah menjadi ada pada dua hati yaitu ada hati yang putih seperti batu marmer, maka fitnah itu tidak membahayakan kepadanya selama ada langit dan bumi, dan hati yang lain hitam kelabu seperti kendi yang dibalik tidak mengenal yang baik dan tidak mengingkari yang mungkar kecuali apa-apa yang dicampur dari hawa nafsunya.’
Kerusakan/fitnah yang dilahirkan (oleh Iblis/syetan manusia) kedalam hati seseorang itu, seperti orang menganyam tikar sehelai-sehelai terus menerus sedikit demi sedikit tapi datang terus.

Dalam menerima fitnah hati dibagi dua :

1. Hati yang kalau didatangi fitnah di menerimanya menyedotnya seperti bunga karang menyedot air, lama-lama basah semua, begitu pula hati ketika menerima fitnah dititik hitam, kalau menerima terus hati itu hitam keseluruhannya, akhirnya hati tersebut tidak bisa membedakan mana yang ma’ruf dan mana yang mungkar.

2. Hati walaupun didatangi fitnah berkali-kali hati tetap menolak, inilah hati yang putih seperti batu marmer, putih bersih, di dalamnya ada lampu yang meneranginya, maka semakin banyak menolak fitnah semakin terang benderang cahaya lampunya, sehingga semua fitnah tidak membahayakannya.
Adapun fitnah yang masuk ke dalam hati antara lain ialah :

1. الشَهَوَاتِ فِتَنُ ialah keinginan-keinginanyang tidak bisa dikendalikan, seperti keinginan seorang untuk mendapatkan lawan jenisnya, sehingga timbul pelanggaran-pelanggaran sampai kepada pelanggaran had/zina.
2. فِتَنُ الشُبُهَاتِ fitnah kerancuan, serupa-serupa, tidak jalas apakah itu halal atau haram, syirik atau tidak, haq atau batal, semua rancau sehingga akhirnya yang haram dianggap halal, yang syirik dianggap tauhid, yang batal di anggap haq dan lain-lain.

3. فِتَنُ الغَيِّ وَالْضَّلاَلِ fitnah kesesatan bagi kita sudah jelas
Allah berfiman :
…فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ * سوراة يونس 32
Artinya : ” Tidak ada sesudah haq kecuali sesat.”

Ternyata kesesatan itu dimasukkan kedalam hati sedikit deki sedikit tanpa terasa, untuk itu kita harus teliti dan hati-hati.

4. فِتَنُ الْمَعَاصِى وَالْبِدَعِ finah pelanggaran-pelanggaran, kemaksiyatan-kemaksiyatan dan bid’ah –bid’ah yang bisa membawa kepada syirik dan kufur

5. فِتَنُ الظُّلْمِ وَالْجَهْلِ fitnah aniaya dan kebodohan. Hati jadi kejam, jahat, suka menganiaya karena kebodohan hati membabi buta.

Dari kenyataan diatas wajib bagi kita selalu meneliti hai sendiri, mengenal keadaanya, menasehati terus menerus, bahwa jika hati itu baik maka berbahagialah nanti di akhirat. Kalau hati rusak, celakalah nanti di hari qiyamat. Dan ketahuilah setiap bertambah iman didalam hati dan kuat ketaqwaannya maka bertambah cahaya yang meneranginya, sehingga bisa membedakan antara haq dan batal, hidaya dan kesesatan. Abu Alhudriyi meriwayatkan :
Yang artinya :

“Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam berkata : hati itu ada empat macam : 1. Hati yang bersih, di dalamnya ada seperti lampu yang menerangi, 2. Hati yang tertutup yang diikat dengan tutupnya, 3. Hati yang dibalik, 4. Hati yang di lapisi. Adapun hati yang bersih adala hati orang mu’min di dalam ada cahaya lampu yang menerangi. Hati yang tertutup adalah hati orang kafir. Hati yang dibalik adalah hati orang munafik, dia mengerti yang haq kemudian dia mengingkarinya. Hati yang dilapisi adalah Hati yang didalamnya ada iman dan nifaq, maka perumpamaan iman dalam hati seperti tanaman sayuran yang tumbuh dan berkembang oleh karena air yang bersih, dan perumpamaan yang nifaq di dalam hati adalah seperti sebuah luka yang melebar oleh karena air nanah yang bercampur dengan darah, maka mana dua perkembangan (dua unsur) yang mengalahkan yang lain, maka dialah yang menang atas yang lain.”

Dari keterangan diatas semakin jelas bagi kita, sesungguhnya tempat berputarnya amalan-amalan adalah bertumpuh pada hati. Anggota badan kita bisa melalakukan suatu perbuatan tidak ada lain kecuali karena digerakkan oleh hati, diperintah oleh hati. Jadi hati itu sumber segala gerak gerik, tingkah laku, uacapan dan perbuatan.
Maka kewajiban bagi kita untuk selalu meneliti hati kita, mengenal keadaan, menasehatinya, member pengertian bahwa baiknya hati itu menentukan kebahagiaan kita di akhirat nanti dan rusaknya hati kita itu membawa bencana yang tak berkesudahan di akhirat nanti.

Ketuhuilah sesungguhnya hati itu bisa di ibaratkan seperti sebuah benteng yang memiliki dinding tembok, di dalam tembok itu ada pintu dan jendela. Adapun yang bertempat tinggal didalamnya adalah akal. Malaikat berbolak balik datang ke dalam benteng, di dekat benteng ada sebuah kandang di dalamnya ada hawa nafsu dan syetan. Terjadilah perselisihan tanpa bisa dicegah, pertempuran antara penghuni benteng dengan penghuni kandang berkobar, syetan-syetan tidak henti-hentinya mengelilingi benteng mencari kelengahan penjaga (akal) dan mencari celah-celah yang dia bisak masuk ke dalamnya, maka dari itu sudah semetinya bagi seorang penjaga harus mengetahui semua pintu-pintu benteng yang diserahkan kepadanya untuk dijaga. Begitu pula harus mengetahui jendela-jendela benteng jangan sampai penjaga lengah walaupu sekejap mata, karena musuh tidak akan tinggal diam.

Ada seorang bertanya kepada Hasan Al Basri (perowi Hadits), “Apakah Iblis tidur?” Jawabnya, “Jika Iblis tidur, maka pasti kami menemui ketenangan” Benteng ini terang benderang dengan dzikir, mencorong dengan iman, di dalam ada cermin yang mengkilap yang dengannya bisa diketahui apa saja dan siapa saja yang lewat di sekeliling benteng, maka pertama kali yang dilakukan syetan adalah membuat asap yang tebal dalam kandang agar tembok benteng itu hitam, cermingnya kotor tidak bisa melihat apa saja dan siapa saja yang lewat di sekeliling benteng.

Musuhpun datang masuk ke dalam benteng tetapi kadang-kadang penjaganya datang, maka musuhpun pergi keluar dari benteng. Tetapi kadang-kadang penjaga lengah musuh bisa masuk merusak benteng, melukai penjaga, membelenggunya, menahannya dan memperbudaknya. Kemudian musuh bertempat tinggal dalam benteng mamasang jebakan-jebakan yang cocok dengan hawa nafsunya akhirnya jadilah dia seperti seorang yang mahir melakukan kejahatan-kejahatan.

Dan sekuat-kuatnya belenggu yang digunakan membelenggu penjaga adalah kebodohan, dan yang cukupan kuatnya adalah hawa nafsu, dan yang selama-lamanya adalah kelalaian. Tetapi selama baju besi iman masih ada pada orang mu’min, panah musuh tidak akan mengenainya dalam pertempuran.

Al A’mas perna bercerita : telah menceritakan kepadaku orang yang berbicara dengan jin, mereka (jin) berkata, “yang paling berat bagi kami adalah (menggoda) orang yang mengikuti sunnah, dan yang paling mudah kami permainkan adalah orang yang mengikuti hawa nafsu.”

Ketahuilah sesungguhnya syetan itu tidak masuk kecuali ke dalam hati yang kosong dari dzikir, taqwa, mukhlis dan yakin, maka dia memasukkan gangguan lantas dia bertempat di dalamnya. Celakanya lagi kalau hati yang di tempatinya itu berisi hawa nafsu dan syawat dimana kedua-duanya adalah kesenangan syetan, maka sulit untuk bisa menolaknya.

Sumber: M Nuhung Arifin

Tinggalkan komentar

Peran Terpendam

Dalam kehidupan sering tidak disadari, ada sesuatu yamg hina rendah, menjijikkam, jelek, memalukan, tak diinginkan, tapi sangat berpengaruh serta berperan bagi kehidupan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Seperti halnya seorang pemulung, tukang sampah, dll.
*pemulung;
Para pemulung selalu memilih sampah yang dibutuhkan untuk dijual kepada pengepul. Ada yang khusus besi, tembaga, plastik,dll. mereka menjual dengan harga murah kepada pengepul, seperti plastik botol. Perkilonya hanya mencapai 4000 rupiah, padahal sampah sekilo bisa sampai sekarung.
Manfaatnya didaur ulang, seperti;
Besi: dilebur, kemudian dibuat perabotan atau peralatan lain, bahkan untuk suku cadang.
Plastik: dibersihkan kemudian dibuat kerajinan yang harganya mencapai puluhan ribu, seperti untuk lampion. Atau mungkin didaur ulang kembali menjadi plastik, perabotan, dll.
Semua harganya lebih dari 10x lipat dari harga yang dibeli dari para pemulung.
Pada aspek lain, pemulung membantu pemisahan sampah yang akan didaur ulang. Kalau saja tidak dibantu pemulung pastinya pegawai pemerintah cukup kesulitan memisah sampah organik dan anorganik yang akan didaur ulang.
Mereka hidup dengan kerja keras mereka, walau hasIl yang didapat sangat kecil di bawah standart pendapatan, tapi itu lebih baik daripada mengemis dengan hasil mencapai 1 juta rupiah perbulannya.
Karena ROSULULLAH SAW: ‘SEBAIK-BAIKNYA PEKERJAAN ADALAH PEKERJAAN YANG DIHASILKAN OLEH TANGANNYA SENDIRI’. ‘BARANG SIAPA YANG MEMINTA UNTUK MEMPERBANYAK, MAKA SUNGGUH IA MEMPERBANYAK BARA API’.

Sadarkanlah diri kita jangan menghina yang lain, menghina hanya karena pekerjaannya yang lebih sedikit penghasilannya, kehidupannya serba kekurangan, dll.

Tinggalkan komentar

Lebih Mulia Tangan Hitam Melepuh

SUATU hari, Rasulullah berkumpul bersama para sahabatnya yang kebanyakan orang miskin. Beberapa sahabat yang hampir semuanya bekas budak, ada di sana. Mereka adalah Salman al-Farisi, Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabbah dan Suhayb Khabab bin Al-Arat. Pakaian mereka lusuh, jubah bulu yang kasar. Meski miskin dan papa, mereka adalah sahabat senior …Nabi, para perintis perjuangan Islam.

Tiba-tiba, serombongan bangsawan yang baru masuk Islam, datang ke majelis Nabi. Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi, mereka mencibir dan menunjukkan kebenciannya.

Mereka berkata kepada Nabi, “Kami mengusulkan agar Anda menyediakan majelis khusus bagi kami. Orang-orang Arab akan mengenal kemuliaan kita. Para utusan dari berbagai kabilah Arab akan datang menemuimu. Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini. Apabila kami datang menemui Anda, jauhkanlah mereka dari kami. Apabila urusan kami sudah selesai, bolehlah anda duduk bersama mereka sesuka Anda.”

Uyainah bin Hishn—salah satu bangsawan—menegaskan lagi, “Bau Salman al-Farisi mengangguku (dia menyindir bau jubah bulu sahabat Nabi yang miskin itu). Buatlah majelis khusus, agar kami tidak berkumpul bersama mereka. Buat juga majelis bagi mereka, sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami.”

Tiba-tiba turunlah Malaikat Jibril menyampaikan Surat al-An’am [6] ayat 52: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim.”

Nabi saw segera menyuruh para sahabat yang faqir itu, duduk lebih dekat lagi sehingga lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah saw. “Salâm ‘alaikum,” kata Nabi dengan keras, seakan-akan memberikan jawaban kepada usul para pembesar Quraisy.

Setelah itu, turun lagi Surat al-Kahfi [18] ayat 28: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Sejak itu, apabila kaum fuqara ini berkumpul bersama Nabi, beliau tidak meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila beliau masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok mereka.

Seringkali beliau berkata, “Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fuqara muslim dengan cahaya paripurna pada Hari Kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya.”

Sekarang, bertanyalah pada diri sendiri. Tariklah nafas sejenak untuk berkaca ke dalam cermin hati. Apakah kita seperti pembesar Quraisy yang terganggu dengan bau tubuh orang miskin? Apabila tamu datang, kota kita bersihkan dan mereka, kaum fuqara, dipinggirkan. Kota baru (dianggap) gemerlap bila mereka disingkirkan. Pemandangan baru (dianggap) indah bila rumah-rumah kumuh digusur. Betapa perilaku kebanyakan kita lebih menyerupai pembesar Quraisy sombong itu daripada perilaku Nabi nan mulia.

Dalam kesempatan lain Nabi bertemu dengan seorang sahabat, Sa’ad al-Anshari yang memperlihatkan tangannya yang melepuh karena kerja keras. Nabi bertanya, “Mengapa tanganmu hitam, kasar dan melepuh?” Sa’ad menjawab, “Tangan ini kupergunakan untuk mencari nafkah bagi keluargaku.” Nabi yang mulia berkata, “Ini tangan yang dicintai Allah,” seraya mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh itu.

Bayangkanlah, Nabi yang tangannya selalu berebut untuk dicium oleh para sahabat, mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh. Bukalah cermin hati kita lagi. Turunlah kita ke bawah. Tengoklah jutaan tangan yang hitam dan melepuh menunggu uluran kasih sayang kita.

Setelah Nabi, adakah di antara kita yang mau mencium tangan orang miskin? Bukankah dengan status yang kita miliki, gelar akademik yang kita raih, kesejahteraan yang kita nikmati, kita merasa jauh lebih pantas bila orang miskin mencium tangan kita.[]

Tinggalkan komentar

Insektisida Hayati

Budidaya anggrek tentunya akan mengalami interaksi baik dari lingkungan abiotik (tak hidup) dan lingkungan biotik (hidup). Salah satu bentuk interaksi biotic yaitu parasitisme, dimana anggrek berada sebagai organisme yang dirugikan, sedangkan hama sebagai organisme yang diuntungkan. Oleh karena itu, untuk melindungi tanaman anggrek dari gangguan hama, kita dapat menggunakan berbagai cara seperti pengandalian mekanis (efektif apabila hama sedikit dan ukurannya besar) atau kimiawi (pestisida). Meskipun anggrek bukan merupakan tanaman pangan, namun untuk mengurangi pemaparan residu kimia sintetik pada lingkungan, kita dapat menggunakan beberapa jenis pestisida hayati sebagai berikut:

1. Bawang putih (Alium sativum)

100 g bawang putih, 0,5 l air, 10 g sabun, dua sendok teh minyak mineral (minyak bayi). Bawang putih diparut/digerus dan dicampur minyak mineral, biarkan selama 24 jam. Sabun dilarutkan dicampur bawang putih dalam minyak mineral secara merata kemudian disaring dengan kain halus. Penggunaannya untuk setiap satu bagian campuran dilarutkan kedalam 20 bagian air. Bahan ini efektif untuk beberapa jenis serangga pengganggu. Meskipun demikian perlu juga diuji coba dengan tingkat konsentrasi yang berbeda untuk mengetahui konsentrasi yang paling efektif.

2. Kecubung (Datura stramonium)

1 kg daun pucuk kecubung segar, bunga dan biji dihancurkan, kemudian direndam dalam 10 l air, dan cairan sabun. Rendaman ini dibiarkan paling tidak selama 3-5 jam. Kemudian disaring dengan kain lalu disemprotkan. Disarankan untuk ditambah sabun cuci cair sebagai zat pembasah (surfactant).

3. Mindi (Melia azedarach)

150 g daun mindi segar diblender dalam 200 ml air, kemudian dicampur kedalam 800 ml air biasa dan dibiarkan semalam. Larutan di saring dengan kain kemudian dapat langsung disemprotkan. Dapat juga menggunakan biji mindi segar. 0,25 kg biji mindi ditumbuk halus kemudian dicampur dengan 1 liter air, selanjutnya disaring dan dijadikan larutan sebanyak 5-7 liter. Dalam larutan ditambahkan pula 2 sendok teh sabun cuci cair. Ekstrak ini dapat mengusir belalang.

4. Nimba (Azedarachta indica)

Minyak biji nimba memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal membunuh, mengusir, dan meracuni serangga ataupun organisme pengganggu lainnya seperti nematode dan cendawan. Minyak biji nimba dapat diperoleh dengan mengekstrak biji menggunakan air. Biji yang sudah dikumpulkan, dibersihkan dari daging buahnya, kemudian dikeringkan agar tidak berjamur saat penyimpanan. Pada saat akan digunakan, biji dikupas dari kulitnya, 25-50 g biji ditumbuk halus dan direndam dalam 1 l air, ditambahkan pula dengan 2 sendok teh sabun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 500 g biji kering yang direndam dalam 400 l air dapat digunakan untuk lahan seluas 4000 m dan mampu bertahan selama 2 minggu apabila tidak terkena hujan lebat.

4. Pepaya (Carica papaya)

1 kg daun papaya segar dirajang halus dan direndam kedalam 10 liter air kemudian ditambah 2 sendok makan minyak dan sabun cair. Dibiarkan selama semalam, disaring dengan kain halus kemudian disemprotkan.

5. Tembakau (Nicotiana tabacum)

1 kg daun tembakau (daun sisa-sisa) dirajang halus dan direndam dalam 15 liter air, ditambah 2 sendok teh sabun cair kemudian dibiarkan semalam. Setelah disaring dapat digunakan untuk disemprotkan. Atau dapat pula setiap 200 g daun tembakau diblender dan dilarutkan ke dalam 3 l air.

Disamping tanaman tersebut diatas masih banyak tumbuhan di Indonesia yang dapat digunakan sebagai pestisida hayati, misalnya biji bengkuang, daun sirsat, umbi gadung racun, dan sebagainya yang suatu saat akan penulis upload ke web tercinta ini. Jadi tunggu dan simak terus perkembangan web ini dari hari ke hari. Terima kasih.

Tinggalkan komentar

Aqiqohan

KABAR GEMBIRA

Assalaamu ‘Alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh(u)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim(i)

Al-hamdulillah telah lahir anak kami

Yang ke………

Pada hari / tanggal:

………………………………………..

Kami beri nama:

………………………………………..

Kami mengharapkan do’a Bapak / Ibu / Sdr / i

Semoga anak kami tersebut kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah, ‘alim, berakhlaqul karimah dan mandiri.

Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin

Al-Hamdulillaahi Jazaa Kumulloohu Khoiroo

Wassalaamu ‘Alaikum Warohmaatulloohi Wabarokaatuh(u)

Kami yang berbahagia

……………………&……………………..

Menyambut Kelahiran Anak Menurut Syare’at Islam

1. Adzan

Di sunnahkan adzan di telinga kanan si bayi dan qomat ditelinga kirinya ketika baru lahir dalam keadaan sudah bersih, dasarnya adalah:

1. Yang artinya: “Dari Ubaidillah bin Abi Rofi’ dari bapaknya, bapaknya berkata: “Aku melihat Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam adzan di telinga Hasan bin Ali dengan adzan sholat ketika Fathimah melahirkannya”. (HR. Tirmidzi).

2. Qomat

1. Yang artinya: “Barangsiapa mempunyai anak baru lahir, lalu ia adzan di telinga kanannya (anak) dan qomat di telinga kirinya maka ummu Shibyaan (nama Jin yang suka mengganggu bayi) tidak dapat lagi mengganggunya”. (HR. Abu Ya’laa dalam Musnad Hasan).

Walimah AQIQOH

(pesta kekahan)

I. Menyembelih Kambing.

Di sunnahkan pada hari ke – 7 dari kelahirannya disembelihkan kambing darinya sebagai Aqiqoh atau tebusan terhadapnya, dasarnya adalah:

1. Yang artinya: “Sesungguhnya Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap anak adalah gadaian (menebusnya) dengan mengaqiqohinya, yaitu disembelihkan (kambing) darinya pada hari ke – 7 (dari kelahirannya) dan dicukur gundul (rambut kepalanya) dan diberi nama”. (HR. Abu Daud di dalam Aunil Ma’bud).

II. Mencukur Rambut.

Mencukur rambut bayi pada hari ke tujuh dari kelahirannya, dasarnya adalah Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda:

1. Yang artinya: “Anak itu adalah orang yang digadaikan (menebusnya) dengan cara mengaqiqohinya yaitu disembelihkan (Kambing atau sapi) darinya pada hari yang ke tujuh dan diberi nama dan dicukur gundul rambutnya”. (HR. Tirmidzi).

III. Memberi Nama.

Memberi nama bayi yang baru dilahirkan dengan nama yang baik. Tidak ada ketentuan waktunya; boleh sebelum diaqiqohi atau bersamaan dengan waktu pelaksanaan Aqiqoh atau setelah Aqiqoh. Dasarnya, adalah

Yang artinya: “Sesungguhnya Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap anak adalah gadaian (menebusnya) dengan mengaqiqohinya, yaitu disembelihkan (kambing) darinya pada hari ke – 7 (dari kelahirannya) dan dicukur gundul (rambut kepalanya) dan diberi nama”. (HR. Abu Daud di dalam Aunil Ma’bud).

Berarti pelaksanaan Aqiqoh adalah pertama menyembelih kambing atau sapi atau unta, kedua memberi nama yang baik, dan ketiga mencukur gundul rambut kepalanya. Manakala kita telah melaksanakan tiga hal tersebut berarti kita telah mengaqiqohinya.

Mengingat adanya firman Alloh Ta’alaa, yang berbunyi:

1. Yang artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (tentang nabi dan kitab) jika kamu tidak mengetahui”. (QS. An Nahl, No. Surat: 16, Ayat: 43).

2. Yang artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti / mengerjakan apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (QS. Al-Isroo’/Bani Isroo’il, No. Surat: 17, Ayat: 36).

Dengan dua dasar itulah maka dalam kesempatan yang penuh kebahagiaan ini kami sampaikan kepada hadirin sekalian, tentang berbagai pertanyaan dan jawaban tentang dasar-dasar hukum seputar Aqiqoh.

* Mengapa Kita Harus Melaksanakan Aqiqoh ?

Aqiqoh adalah salah satu ajaran agama Islam yang telah menjadi sabda Rosulullohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dan telah dicontohkan oleh Rosulalloohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang disebut sunnah nabi, mengandung hikmah dan manfa’at positif yang dapat kita petik di dalamnya. Oleh karena itu kita sebagai ummat Islam yang sangat mencintai Rosulalloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam sudah selayaknya untuk melaksanakan setiap ajaran-ajarannya dan menghidup-hidupkan / melestarikan sunnahnya dengan konsekwen tanpa kecuali, termasuk melaksanakan Aqiqoh ini. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam dalam hadits-hadits berikut ini:

1. Yang artinya: “Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Yang menyertai anak adalah Aqiqoh, maka mengalirkanlah darah (menyembelihkanlah) darinya dan membuanglah kotoran (mencukurlah rambut) darinya”. (HR. Bukhori, Nasa’i, Tirmidzi).

2. Yang artinya: “Barangsiapa yang menghidup-hidupkan sunnahku maka sungguh ia cinta kepadaku dan barangsiapa yang mencintaiku maka ia berada di dalam surga bersamaku”. (HR. Assajzi dari Anas).

Dan sebaliknya, didalam Hadits Shohih Bukhori Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda:

Yang artinya: “Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka ia bukanlah golonganku”. (HR. Bukhori).

* Bagaimanakah Caranya ?

Supaya ibadah kita diterima oleh Alloh Subhaanahu Wa Ta’alaa sebagai amal sholeh kita yang Insyaa Alloh akan menjadi simpanan kita di akherat maka hendaklah semua ibadah kita termasuk aqiqoh ini kita sesuaikan dengan tuntunan Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam baik masalah waktu pelaksanaan atau pun cara pelaksanaannya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami kembali makna Aqiqoh yang sebenarnya seperti yang telah diajarkan oleh Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam, agar tidak salah dalam melaksanakannya. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits-hadits berikut ini:

1. Yang artinya: “Ahmad bin Muhammad bin Tsabit telah bercerita kepada kami (Abu Daud), Ahmad berkata: “Ali bin Husain telah memberi khabar kepada kami, Ali berkata: “Bapakku telah memberi khabar kepada kami, Bapak berkata: “Abdulloh bin Buroidah telah bercerita padaku, Abdulloh berkata: “Aku mendengar Abi Buroidah berkata: “Pada waktu kami masih keadaan Jahiliyah ketika salah satu kami anaknya lahir menyembelih kambing dan mengolesi kepala (anak) nya dengan darah kambing tersebut, tapi ketika Alloh telah mendatangkan Islam kami menyembelih kambing dan mencukur gundul rambut (kepala) nya serta mengolesinya dengan minyak za’faron (sejenis minyak wangi)”. (HR. Abu Daud No. Hadits: 2460).

2. Yang artinya: “Sesungguhnya Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Diaqiqohi dari anak namun kepalanya jangan diolesi dengan darah”. (HR. Ibnu Majah).

3. Yang artinya: “Barang siapa yang mempunyai anak baru dilahirkan maka hendaklah ia beraqiqoh unta atau sapi atau kambing dari (anak) nya”. (HR. Thobrooni Fii Shoghir).

Yang artinya: “(Aqiqoh) dari anak laki-laki adalah 2 (dua) ekor kambing sedangkan dari anak perempuan 1 (satu) ekor kambing, tidak mengapa berupa kambing-kambing jantan atau betina”. (HR. Abu Daud).

* Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqoh ?

Dianjurkan melaksanakan Aqiqoh ini pada hari ke-7 dari kelahirannya, adapun kalau belum bisa melaksanakannya pada hari ke-7 nya maka diperbolehkan pada hari ke-14 atau 21 atau kapan saja bila sudah mampu untuk melaksanakannya. Karena pada perinsipnya ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan. Hadits diatas tersebut menjelaskan bahwa melaksanakan Aqiqoh itu bisa kapan saja, namun diutamakan pada hari ke-7 dari kelahirannya. Sesuai dengan dasarnya dalam hadits-hadits berikut ini:

1. Yang artinya: “Dan Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Sesungguhnya bersama anak adalah Aqiqohnya yaitu disembelihkan darinya pada hari ke-7 (dari kelahiran) nya dan diberi nama dan dicukur gundul rambutnya”. (HR. Ahmad).

2. Yang artinya: “Adapun Aqiqoh adalah disembelihkan pada hari ke-7 atau pada hari ke-14 atau pada hari ke-21 (dari kelahirannya)”. (HR. Thobrooni).

3. Yang artinya: “Abu Isa (Tirmidzi) berkata: “Mereka senang apabila disembelihkan Aqiqoh dari anak pada hari ke-7, jika belum ada kemampuan pada hari ke-7 maka pada hari ke-14, jika belum juga ada kemampuan bisa diaqiqohkan darinya pada hari ke-21”. (HR. Tirmidzi).

4. Yang artinya: “Sesungguhnya Rosulallohi Shollalloohu Alaihi Wasallam mengaqiqohi dari dirinya sesudah menjadi nabi”. (HR. Baihaqi).

*Apa Pentingnya Aqiqoh ?

Apabila kita memiliki barang berharga yang paling kita sayangi serta bisa mendatangkan manfa’at dan kita pun merasa bangga memilikinya namun barang tersebut dalam keadaan tergadai, bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut ? Tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya. Begitu juga Aqiqoh, karena ia adalah suatu bentuk upaya menebus anak kita yang masih tergadai. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rosululloh dalam hadits berikut ini:

1. Yang artinya: “Sesungguhnya Rosulullohi Shollalloohu Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap anak adalah orang yang digadaikan (menebusnya) dengan cara mengaqiqohinya yaitu disembelihkan darinya pada hari ke-7 nya dan dicukur gundul dan diberi nama”. (HR. Abu Daud).

2. Yang artinya: “Imam Ahmad bin Hambali berkata: “Aqiqoh ini urusan syafa’at, yang dimaksudkan oleh Imam Ahmad bin Hambali yaitu bahwasannya ketika anak tidak diaqiqohi darinya lalu ia mati kanak-kanak maka ia tidak bisa memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya”. (HR. Abu Daud dalam Syarahnya yaitu Aunil Ma’bud).

Di samping itu Aqiqoh merupakan realisasi kecintaan kita kepada Rosululloh sebagai ummatnya serta rasa syukur kita atas anugerah Alloh berupa anak kepada kita sekaligus amanah yang diberikan Alloh kepada kita. Dan mengingat sunnah ini mulai jarang dilaksanakan oleh kaum muslimin maka menghidupkannya sangat terpuji dan mendapat balasan pahala yang sangat besar. Sebagaimana yang telah Rosululloh sabdakan:

Yang artinya: “Barangsiapa yang menghidup-hidupkan sunnahku maka sungguh ia cinta kepadaku dan barangsiapa yang mencintaiku maka ia berada di dalam surga bersamaku”. (HR. Assajzi dari Anas).

Jika mempunyai keluasan rezeki tapi tetap juga tidak mau melaksanakan sunnah beliau maka beliau tidak mau mengakui terhadap orang tersebut dari kelompok beliau. Sebagaimana yang telah disabdakan Rosululloh dalam hadits berikut ini:

Yang artinya: “Maka barangsiapa yang tidak mengamalkan pada sunnahku maka ia bukan dari golonganku”. (HR. Ibnu Majah).

Dan juga banyak manfa’at yang lainnya, misal untuk mempererat tali silaturrohim serta ikatan sosial dengan para tetangga, kerabat, fakir miskin, dll. Wal hasil makin sering kita berhadiah makanan maka makin luaslah sumber rezeki kita. Sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Rosulullohi shollalloohu Alaihi Wasallam dalam Hadits Riwayat Ibni Adiy berikut ini:

Yang artinya: “Berhadiahlah makanan di antara kamu, karena dengan berhadiah makanan itu akan meluaskan rezeki kamu”. (HR. Ibni Adiy).

Oleh karena itu marilah kita sadari bersama-sama untuk menghidupkan sunnah nabi “Aqiqoh” ini.

Tinggalkan komentar

Ibu yang menghadapi Anak

Setiap wanita pasti ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mereka. Tidak hanya sebagai orang tua, seorang ibu pasti ingin menjadi sahabat terbaik bagi putra-putrinya. Hanya saja, emosi yang naik turun bisa menyebabkan seorang ibu tanpa sadar memarahi putra-putri mereka.

Ada saat di mana anak Anda melakukan kesalahan yang tidak pantas atau membuat Anda kesal. Sebagai orang tua sudah seharusnya Anda bertindak, tetapi memarahi mereka dalam balutan emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Maksud baik Anda untuk mendidik mereka tidak akan mencapai tujuannya, bisa jadi emosi Anda justru akan membuat anak tertekan dan menjauh dari Anda.

Ikuti tips di bawah ini untuk menekan emosi saat menghadapi anak Anda.

Tarik Napas

Ketika tahu bahwa anak Anda melakukan kesalahan, daripada melotot, atur napas Anda. Tarik napas dalam, lalu hembuskan. Lakukan berulang kali sampai Anda merasa siap untuk menghadapi anak Anda. Menghirup napas dalam dapat meredakan ketegangan Anda.

Samakan Tinggi

Sebelum mengatakan sesuatu kepada anak Anda, samakan tinggi tubuh Anda dengannya. Bisa dengan berlutut atau mengajaknya duduk berhadapan dengan Anda. Cara ini dilakukan agar anak Anda tidak merasa diintimidasi. Dengan menyamakan tinggi badan Anda dengannya, anak akan merasa lebih dihargai dan tidak canggung untuk berbagi cerita mengenai kesalahan yang telah dia lakukan.

Pasang Wajah Bersahabat

Wajah orang yang sedang marah adalah wajah yang menyeramkan. Anda pasti tidak ingin menunjukkan wajah monster di depan anak Anda. Jadi, pasang wajah yang ramah dan bersahabat. Mungkin akan sulit bila Anda sedang diselimuti emosi, tetapi cobalah untuk membentuk senyum di bibir Anda. Dijamin, anak Anda tidak akan kabur atau mencoba berkelit dari kesalahannya saat menatap wajah Anda.

Ajak Bicara

Berbicara dua arah lebih menguntungkan daripada memarahi anak Anda. Tanyakan padanya segala informasi mengapa dia sampai berbuat nakal. Katakan saja bahwa Anda tidak suka dengan perbuatan nakalnya, berikan alasan yang jelas hingga dia mengerti bahwa tindakannya salah. Semua orang bisa berbuat salah, termasuk anak Anda, jadikan kenakalannya sebagai bahan pembelajaran agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, atur nada bicara Anda agar sama dengan anak Anda.

Beri Pelukan

Setelah berbicara dengannya, anak Anda bisa berpikir apa saja. Bisa jadi dia merasa bersalah telah mengecewakan Anda, atau justru tidak setuju dengan pendapat Anda. Pastikan bahwa anak Anda tahu bahwa yang Anda lakukan adalah untuk kebaikannya. Berikan sebuah pelukan sebagai tanda bahwa setelah kenakalannya, Anda masih menyayangi anak Anda.

Sumber: Putri

Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: